Kamis, 11 Desember 2014

7 Desember 2014

Mungkin aku sudah tidak punya waktu untuk menulis lagi
buku-bukuku telah menolak dibuka
pena dan inspirasiku telah hilang ditelan awan gelap
Tapi, kusempatkan apa yang kupegan saat ini untuk dilepaskan

Akhir dari Februari merupakan awal bagi kita
Mungkin kau telah lupa, tapi aku masih ingat
Hingga pada 7 Desember ini, dan mungkin akhir pertemuan kita di tahun 2014
Maaf aku tidak memberikan sesuatu di hari itu, padahal itulh hari bahagiamu

Murid terbaik ku apresiasikan padamu dan kau harus tahu itu
ini bukan tentang penghargaan yang saya teria
tapi ada sesuatu yag membuatku ingin selalu bertemu
akupun kadang tak tahu

17 tahun buatmu, untukku hanyalah harapan yang bisa kuberikan
tetap jaga selalu prinsip yang kita buat bersama
jadilah dewasa dengan caramu sendiri


-Desy Angraini Putri Ridha

Sabtu, 11 Oktober 2014

Cahaya Bulan



Haruskah kulihat gambar dirimu, agar inspirasi itu datang?
Dibawah cahaya bulan ini aku menatapnya
Sampai selamanya bisa kuhabiskan waktuku hanya untuk itu
Aku mendengarkan lagu dari hati

Kumenanti hingga tepat diatas ubun-ubunku,
Cahaya bulan yang membuatku merasakan dinginnya malam.
Aku akan beranjak dari tempat tidurku,
Menceritakan semua yang terjadi.

Senin, 28 Juli 2014

setelah 1 tahun telah berlalu, dan semua dimulai saat aku mengenalnya.
segalanya tidak berubah, masih sama dengan pertama kali melihat.
bahkan kupu-kupu yang mengepakan sayapnya tidak pernah lelah mendatangi perutku
aku akui, aku tidak menjadi diri sendiri saat didekatnya.
aku yang begitu kagum padanya sampai melupakan kalimat favorit "aku bukanlah siapa-siapa".
11 januari dan 1 maret adalah hal yang harus dideklarasikan.
aku masih menunggu hari-hari seperti itu.

walau aku bukanlah pujangga yang memiliki jutaan kosakata cinta
tapi kata-kataku tidak akan habis selama masih ada dia yang selalu berjalan, menjauhiku.
mungkin saja dia memiliki seseorang lain yang ia dambakan,
aku tahu itu.
aku pernah membaca beberapa sajaknya setelah mengenalnya
aku juga pernah membaca puisi seseorang yang diperuntukkan baginya.

mengenalnya saja, rasanya sudah seperti "Mission Complete".
mengetahui tanggal kesukaannya (mungkin), membuatku bangga kepada semua orang.yaitu 30 juli.
apa yang spesial?
bahkan tanggal 15 januari yang lalu, dia hanya mengirimkan pesan singkat. singkat sekali.
tapi sensasinya, sampai saat ini.

mungkin dia tidak akan pernah membaca pesan ini.
aku hanya menuliskan ceritaku.

seseorang mengatakan padaku, untuk mengungkapkan perasaan ini.
jujur aku malu, dan tidak siap menghadapi hal itu.

aku pastinya berterima kasih, telah mengisi (penuh) kotak masuk di handphoneku.
telah membuat logikaku berbunga-bunga, tidak hanya dengan angka, simbol yunani juga.
Dia yang telah memaksaku untuk merasakan 1 hal,


- Risni Dwi Wahyuni

"Selamat Hari Ulang Tahun, 30 juli 2014"

Minggu, 25 Mei 2014

BUNGA

Bunga layu yang hilang keindahannya,
Seperti bagaimana aku sekarang
Menggambarkan dengan percuma
Bersama waktu yang hilang dibawa hujan.

Senin, 05 Mei 2014

I'm Just to Shy



Dari semua siswa-siswi yang pernah saya ajar, merekalah yang membuatku semangat untuk mengajar.

Saat pertama bertemu dengan mereka saja, ke-akrab-an itu telah mereka bangun kepadaku. Saya yang selalu malas untuk merespon keingintahuan siswa, kini telah rubuh tembok itu. Sepanjang perjalanan saya dalam mengajar, siswa-siswa yang ribut pun saya pasti selalu jengkel. Tapi entah kenapa, mereka yang bahkan lebih ribut dibandingkan anak SD, membuatku ingin ikut dalam kekacauan ini? 

Kata yang pas, “mereka Asik”. Saya bisa menganalisa, mereka semua bersahabat dan saling mengerti. Mereka anak-anak perempuan aktifis Pramuka. Saya bangga dengan mereka yang melampaui saya saat SMP. Mereka yang bahkan lebih heboh dalam bercerita dibandingkan siswa laki-laki.
Siswi RPC-Sudiang, SMP yang pada hari Jum’at, membuatku mengalahkan rasa malasku dan jarak perjalananku. Kurang-Lebih 20 Km ku tempuh hanya untuk mereka yang selalu membuatku semangat.

Mereka adalah kuartener Dewi, Irma, Kikhy, dan Uni.

Mungkin saya tidak sepenuhnya mengetahui profil mereka, tapi hubungan kami terjalin karena Ujian Nasional. Akhir-akhir (minggu ini) mereka semua sering bertanya-tanya tentang soal-soal try out dan contoh soal UN Tahun lalu.

Dewi yang kadang-kadang mengetik soal-soalnya dengan menyingkat inti dari soal tersebut, dimana Irma yang sangat suka mengetik seluruh isi soal dan bahkan lengkap denga opsi-nya. Uni yang dengan simple-nya mengirim Voice Note, to the point saja langsung bertanya. Tapi Kikhy yang kutahu belum pernah bertanya via text. Mungkin analisa ku, Kikhy  ini adalah pembelajar tipe pengajaran langsung dan saya rasa dia sudah mengerti bagian-bagian mana yang harus di pelajari.

Saya bangga kepada mereka dengan antusias dan ke-gigih-an mereka dalam melewati UN dengan kerja keras dan hasil belajar mereka selama ini. Saya yang dulu bahkan tidak seperti mereka, berharap melakukan yang terbaik saat ujian mereka dan juga bangga dengan hasil mereka sendiri.

Saya menunggu pengumuman kalian adek-adek. Dengan nilai hasil dari kalian sendiri. Dan selalu ada penghargaan buat kalian dari saya. Saya sudah berjanji, sebelum tidur untuk selalu menyisipkan doa untuk kalian, bukan hanya berhasil di bidang Matematika tapi menjadi anak-anak yang baik.

Mungkin kalian yang membaca tulisan ini, mengira saya terlalu bijak. Sangat lucu ketika saya berkata seperti ini, tapi kalian tidak pernah mendengarnya dari mulutku.

Terima kasih adek-adek, untuk semua yang telah kalian berikan. Sampai jumpa di SMA/SMK atau apalah pilihan kalian, itulah yang terbaik.


- Erick Manase Sambo
5 Mei 2014