Senin, 05 Mei 2014

I'm Just to Shy



Dari semua siswa-siswi yang pernah saya ajar, merekalah yang membuatku semangat untuk mengajar.

Saat pertama bertemu dengan mereka saja, ke-akrab-an itu telah mereka bangun kepadaku. Saya yang selalu malas untuk merespon keingintahuan siswa, kini telah rubuh tembok itu. Sepanjang perjalanan saya dalam mengajar, siswa-siswa yang ribut pun saya pasti selalu jengkel. Tapi entah kenapa, mereka yang bahkan lebih ribut dibandingkan anak SD, membuatku ingin ikut dalam kekacauan ini? 

Kata yang pas, “mereka Asik”. Saya bisa menganalisa, mereka semua bersahabat dan saling mengerti. Mereka anak-anak perempuan aktifis Pramuka. Saya bangga dengan mereka yang melampaui saya saat SMP. Mereka yang bahkan lebih heboh dalam bercerita dibandingkan siswa laki-laki.
Siswi RPC-Sudiang, SMP yang pada hari Jum’at, membuatku mengalahkan rasa malasku dan jarak perjalananku. Kurang-Lebih 20 Km ku tempuh hanya untuk mereka yang selalu membuatku semangat.

Mereka adalah kuartener Dewi, Irma, Kikhy, dan Uni.

Mungkin saya tidak sepenuhnya mengetahui profil mereka, tapi hubungan kami terjalin karena Ujian Nasional. Akhir-akhir (minggu ini) mereka semua sering bertanya-tanya tentang soal-soal try out dan contoh soal UN Tahun lalu.

Dewi yang kadang-kadang mengetik soal-soalnya dengan menyingkat inti dari soal tersebut, dimana Irma yang sangat suka mengetik seluruh isi soal dan bahkan lengkap denga opsi-nya. Uni yang dengan simple-nya mengirim Voice Note, to the point saja langsung bertanya. Tapi Kikhy yang kutahu belum pernah bertanya via text. Mungkin analisa ku, Kikhy  ini adalah pembelajar tipe pengajaran langsung dan saya rasa dia sudah mengerti bagian-bagian mana yang harus di pelajari.

Saya bangga kepada mereka dengan antusias dan ke-gigih-an mereka dalam melewati UN dengan kerja keras dan hasil belajar mereka selama ini. Saya yang dulu bahkan tidak seperti mereka, berharap melakukan yang terbaik saat ujian mereka dan juga bangga dengan hasil mereka sendiri.

Saya menunggu pengumuman kalian adek-adek. Dengan nilai hasil dari kalian sendiri. Dan selalu ada penghargaan buat kalian dari saya. Saya sudah berjanji, sebelum tidur untuk selalu menyisipkan doa untuk kalian, bukan hanya berhasil di bidang Matematika tapi menjadi anak-anak yang baik.

Mungkin kalian yang membaca tulisan ini, mengira saya terlalu bijak. Sangat lucu ketika saya berkata seperti ini, tapi kalian tidak pernah mendengarnya dari mulutku.

Terima kasih adek-adek, untuk semua yang telah kalian berikan. Sampai jumpa di SMA/SMK atau apalah pilihan kalian, itulah yang terbaik.


- Erick Manase Sambo
5 Mei 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar