Rabu, 26 Februari 2014

My beloved : Elma Valentine Sambo




 Saat saya sadar telah memliki seorang adik yang ingin saya lindungi dan bahagiakan
Terlintas dipikiranku ingin menjadikan dia sebagai “Istriku”
Tapi ternyata kata orang-orang, itu tidaklah wajar. Tidak masuk akal.
Sangat lucu kepolosanku terlihat saat kumasih bocah

Aku memeluknya tanda bahwa aku sayang dia, aku kadang mencekam lehernya.
Adik kandungku, yang bibirnya terlihat sama sepertiku.
Kini kau telah beranjak dewasa

Meninggalkan kenangan kita bersama
Saat bermain bersama yang sewajarnya anak perempuan lakukan, berimajinasi,
dan menhabiskan waktu luang. Aku selalu ada buatmu.

Diumurmu yang 16 tahun ini, kau sudah mengharapkan laki-laki lain
Yang mungkin akan melindungimu, bersamamu selalu, manjadi seperti apa yang kau harapkan.
Tidak seperti saya, yang selalu membuatmu menangis, mengganggu kenyamananmu
Karena ku berpikir itu bisa menguatkan tali persaudaraan kita. Tapi kata mama, itu salah. Saya kakak laki-lakimu.

Aku selalu mengikuti aktivitasmu, saya tahu kau sudah seperti remaja diluar sana.
Aku cemburu ada orang yang lebih dekat padamu dibandingkan diriku.
Aku malu untuk mengakui dihadapanmu, saya sayang padamu.

Disaat saya menunggumu pulang sekolah, aku seolah cuek tidak memperdulikanmu
Saat itu juga kau tidak sadar, tidak mengerti perasaanku adikku sayang.
Kau mulai berubah saat menginjak masa putih-abu_abu mu, aku membenci itu.
Segala tingkah lakumu, sudah membuatku jengkel. Siapa yang membuatmu jadi seperti ini dek?

Kalau kau butuh minta lah sama abangmu ini.
Jangan kau diam-diam, tanpa alasan apapun, kau janganlah nakal dek.
Uang kah kau butuh.?
Kuberitahu kepadamu adek, susahnya mencari uang dan gampangnya menghabiskannya. Tapi bukan itu intinya,
Kejujuranmu yang ingin dilihat dalam keluarga kita
Mama, papa tidak pernah mengajar kita untuk mencuri.
Jika pernah, itupun kita khilaf, tak kupungkiri saya juga pernah.
Tapi belajarlah adek, bertobat. Ada yang tak kau tahu, tapi Pencipta mengetahui.

Semoga bertambahnya umurmu dihari ini, 24 februari.
Kau semakin dewasa, seperti kakak laki-laki/abangmu ini yang pantas kau banggakan.
Rajin berdoa, jangan seperti saya. Beban rumah ada ditanganmu saat saya tak ada.
Kau saudaraku yang paling kusayang diantara kakak-kakakmu juga. Elma Valentine Sambo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar