Segala yang berwarna biru, kini menjadi hitam kelam
Putih yang ku banggakan dinodai dengan bercak pasir
Semua menandakan hari terburukku.
Sepanjang sejarah, hari ini lah yang menjadi titik ekstrim
dalam hidupku
Menjadi seorang tenaga pengajar
Akhirnya hari ini kudapatkan duka-dukanya.
Air mata yang bahkan sudah kering, langitpun mengerti
Ia ikut merasakan rasa lelahku
Aku yakin, aku akui, aku menyesal. Ini semua memang salahku
Kenapa harus ku katakana “iya” pada waktu itu?
“Jika saya bisa, maka saya akan”
Andai ku ulang waktu, kukan hindari kesalahanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar